img20161005152500 Dunia anak-anak adalah dunia yang penuh dengan permainan, dunia yang penuh dengan cerita. Melalui cerita anak akan dapat lebih mudah memahami sesuatu. Hal inilah yang melatarbelakangi salah seorang tenaga PPL STT Jakarta untuk membuat suatu kegiatan yang dapat menjangkau kehidupan anak-anak yaitu kegiatan Panggung Boneka yang itu memang belum pernah dibuat sebelumnya.

Pertunjukan boneka adalah cara yang akan menarik perhatian anak-anak, dan membuat mereka lebih mengingat cerita-cerita itu, sehingga mempermudah guru Sekolah minggu untuk mengajar.

Rabu, 05 Oktober 2016 adalah kali kedua Jemaat melaksanakan kegiatan Panggung Boneka, setelah  tampil perdana pada HUT Jemaat Mawarsaron. Kegiatan ini di selenggarakan langsung oleh Pembina dan Pendamping Anak Sekolah Minggu, yang dihadiri oleh seluruh Anak-anak Sekolah minggu yang ada di Jemaat bahkan juga mengundang Anak-anak Sekolah Minggu Jemaat Imanuel Tombongan.

img20161005162813Keceriaan dan antusias anak-anak begitu terlihat, bahkan sejak kehadiran mereka yang datang sebelum waktu yang ditentukan. Dari yang kecil sampai yang sudah besar semuanya hadir dengan penuh sukacita, tak kalah pentingnya, beberapa orang tua juga turut hadir untuk menyaksikan kegiatan ini.

Dengan wajah yang penuh ketidaksabaran, anak-anak menantikan cerita boneka kala itu. Tepat pukul 15.30 kegiatan pun dimulai yang diawali dengan doa dan sambutan Ketua Jemaat Mawarsaron, Bpk. Pdt. Alexander R. Sitaniapessy. “Kegiatan ini patut diberikan apresiasi, karena dengan ini anak-anak akan lebih mudah memahami sebuah kebenaran melalui cerita-cerita yang disampaikan, dan melalui ini juga anak-anak pun dapat menjadi saluran berkat bagi anak-anak lainnya dengan mengajak lebih banyak lagi mereka-mereka yang belum menyaksikan cerita panggung boneka ini” ujar Bpk. Pdt. Alexander. S dalam sambutannya.

img20161005153557Dalam Panggung Boneka itu, menceritakan tentang sosok anak yang melalaikan tanggung jawabnya sebagai siswa dalam hal mengerjakan tugas yang diberikan oleh gurunya. Melihat itu, guru pun menjadi marah dan memberikan sanksi kepada siswa itu. Tak terima dengan perlakuan gurunya, ia pun melaporkan hal itu kepada orang tuanya. Mendengar cerita anaknya, sang ibu pun menjadi sangat marah dan mendatangi gurunya. Namun setelah diberikan penjelasan oleh guru tersebut, kemarahan sang Ibu pun menjadi reda.

img20161005160804Cerita ini hendak mengajarkan kepada anak-anak untuk lebih memiliki sikap tanggung jawab. Agar ketika diberikan tugas, tugas itu pun dapat diselesaikan tepat waktu, tidak menunda-nunda. Sehingga dalam hal apapun tidak akan mengalami masalah, begitupun sebagai orang tua harus dapat lebih jeli melihat setiap permasalahan yang ada. Karena tugas orang tua juga adalah membimbing dan mengarahkan anaknya.

Waktu berlalu, cerita pun berakhir dan ternyata anak-anak masih dengan semangat untuk menantikan cerita di episode yang akan datang.