29 Mei adalah hari pertama datangnya mahasiswa PPL STT Jakarta ke GKLB Jemaat Mawar Saron. Selama 3 bulan ini, mahasiswa tersebut sudah menjalani jadwal memimpin ibadah yang cukup padat, mulai dari Kompelsus Sekolah Minggu, Kompelsus Remaja, Kompelsus Pemuda, Kompelsus Bapak Wilayah 1&2, Kompelsus Ibu Wilayah 1&2, Ibadah di 8 kolom (yang diantaranya ada yang berulang sampai 4 kali), Ibadah Minggu, Ibadah Penghiburan, Ibadah Antar Harta, Ibadah Syukur Pernikahan, Ibadah Syukur Ulang Tahun, Doa Ulang Tahun, Kunjungan dan kebersamaan dengan warga Gonohop.

Dalam kurun waktu tiga bulan pula, saudara mahasiswa Collegium Pastoral 1 yang bernama Ferdinand Ricardo Hutabarat itu telah menyelenggarakan sejumlah program. Program-program tersebut di antaranya:

  1. Pembuatan Website GKLB Mawar Saron
  2. Seminar Multiple Intellegence
  3. Pembuatan Panggung Boneka
  4. Pelatihan Penggunaan Media Pelayanan
  5. Bedah Film
  6. Piknik Sehari Bersama Pemuda
  7. Diskusi Bersama Guru-guru SM

Rencana Tuhan begitu indah. Dan apa yang tak pernah terpikirkan, Tuhan lakukan lewat saudara terkasih Ferdi (sebutan biasa di Gonohop). IMG20160807122911Seperti halnya pembuatan website ini, pun adalah salah satu gagasan dari calon pelayan Tuhan ini. Yang semuanya itu, membawa berkat bagi jemaat kami bagi banyak orang-orang di luar sana.

Hingga tibalah saatnya, di tanggal 07 Agustus 2016 lalu, Jemaat Mawarsaron Gonohop mengadakan acara perpisahan dengan saudara Ferdi. Acara ini diselenggarakan usai ibadah minggu yang dihadiri oleh seluruh anggota Jemaat Mawarsaron Gonohop, mulai dari Anak Sekolah Minggu sampai orangtua, tak terkecuali para Lansia. Ada pula sejumlah jemaat tetangga yang memberikan waktu mereka bergabung di dalam acara perpisahan ini.

IMG20160807075910Kebahagiaan sekaligus rasa haru terpancar pada wajah-wajah Anak Sekolah Minggu. Ditambah lagi lirik “pahitnya kenyataan” yang dinyanyikan ASM makin menambah haru jemaat bahkan merasa sedih yang mendalam karna waktu berpisah tinggal “menghitung hari”. Kebersamaan yang tercipta selama 3 bulan membuat jemaat enggan untuk berpisah, namun apa dikata waktu membatasi semuanya itu. Mau tidak mau, suka atau tidak suka, semuanya harus terjadi.

“Tak ada yang kebetulan, semua yang terjadi ada dalam rencana Tuhan”, itulah ungkapan yang sering disampaikan saudara Ferdi dan terngiang di dalam hati jemaat. Bahkan jemaat pun mengaminkan bahwa kehadiran saudara Ferdinand telah membawa semangat dan motivasi yang baru bagi jemaat Mawarsaron Gonohop yang bersamaan pula merayakan ulangtahunnya ke-90 Tahun di tanggal 1 Agustus lalu. Seperti ada kegerakan, kebangkitan, dan kebangunan baru yang meledak tiba-tiba di tengah jemaat kami.

Sungguh luar biasa, hampir semua jemaat menitikkan airmata saat acara perpisahan itu. Bahkan sejak ibadah dimulai, beberapa jemaat sudah mulai menitikkan air mata menyaksikan saudara Ferdinand berdiri terakhir kalinya di atas mimbar untuk memimpin Ibadah Minggu. Nyanyian Mazmur 32, lagu “Kuutus Kau”, dan Quartet “Nang Gumalunsang Angka Laut, merupakan lagu-lagu pertama sekali didengarkan di jemaat yang sekaligus membangun suasana yang berbeda sekali dibanding minggu-minggu lainnya.

Puncak keharuan dari acara perpisahan ini adalah ketika jabatan tangan dari seluruh Majelis dan jemaat. [Saking terharunya tim fotografer pun lupa mengabadikan momen ini]. Namun, di akhir acara, harus diakui saudara Ferdi kelelahan dalam menyanggupi permintaan jemaat untuk berfoto ria. IMG20160807122237Baik foto pribadi maupun beramai-ramai.

“ Persahabatan kan kekal bila Yesus beserta…” adalah penggalan lirik lagu yang dinyanyikan oleh Komp. Remaja Mawar Saron mengakhiri acara perpisahan ini (n/p).